MAKNA SURAH AL-FATIHAH

Makna Surat AL-FATIHAH

Oleh Tgk. Fauzi Saleh

 

الفَاتِحَة

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(1)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(2)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(3)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ(4)إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5)اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(6)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ(7)

Alfatihah memiliki keistimewaan dibandingkan salah yang lain dalam Alquran. Surah Alfatihah disebut dengan induknya Alquran dan surah ini terdiri dari 7 ayat dimulai dengan basmalah dan diakhiri dengan wa laadhdhaalin.

Surah Alfatihah diawali dengan Bismillahirrahmanirrahim yang berarti Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang bismillah terdiri dari 19 huruf dan setiap huruf sebuah menjadi pelindung dari 1 malaikat yang menjaga neraka. sebelum lafaz Bismillahirahmanirahim ada  kalimat yang tidak nampak itu yang ditaqdirkan: aku mulai perbuatan ini dengan maka setiap sesuatu yang kita awali kegiatannya dengan Bismillahirrahmanirrahim kita sudah menyandarkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam segala aktivitas kita

Ayat yang kedua adalah segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang segala puji bermakna bahwa ada empat pujian yang dimaksudkan yaitu pujian Allah kepada dirinya pujian Allah kepada hambaNya ujian hamba kepada Allah dan pujian hamba kepada sesamanya semua pujian tersebut akan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan sebuah jam yang bermakna bahwa segala bentuk alam alam jin alam manusia ada malaikat alam tumbuh-tumbuhan dan alam yang lain

Kalimat Malikiyaumiddin yaitu menjadi pemilik hari kemudian bermakna balasan di mana pada hari itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan balasan kepada setiap hambanya

Berikutnya, Kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkau kami meminta pertolongan ini merupakan inti dari yang pada hakekatnya manusia itu memiliki dua dimensi dimensi pada Allah subhanahu wa ta’ala dan yang memohon kepada Allah agar mampu menjalankan kegiatan kehidupannya dengan baik Tunjukilah kami jalan yang lurus itu merupakan permohonan hamba untuk mendapatkan hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala setiap hari dan setiap saat hal itu karena tidak ada satupun manusia yang dapat menjamin dirinya akan terus-menerus merupakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jalan yang lurus itu adalah jalan yang diberikan kepada orang-orang yang dianugerahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala para nabi para syuhada dan orang-orang soleh bukan jalan yang Allah dan bukan pula jalan yang sesat