Tgk Alizar Minta Publik Tidak Lupakan Kebaikan Tokoh Bangsa
Perdebatan terkait penobatan mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional terus menghangat dan menyita perhatian publik, mulai dari ruang-ruang resmi hingga warung kopi.
Keputusan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto itu menuai reaksi beragam.
Sebagian masyarakat menilai Soeharto sebagai “Bapak Pembangunan”, sementara kelompok lain mengingatkan akan catatan pelanggaran HAM, korupsi, kolusi, nepotisme, serta dominasi militer pada masa Orde Baru.
Di tengah pro dan kontra tersebut, Wakil Rais PWNU Aceh, Tgk Alizar Usman, mengajak umat untuk mencontoh cara Nabi Muhammad SAW dalam menilai seseorang yang memiliki dua sisi, yakni kebaikan dan kekurangan.
Ia menegaskan pentingnya sikap adil dan proporsional dalam menilai jasa seseorang, tanpa mengabaikan sisi gelap maupun menutup mata terhadap kebaikan yang pernah dilakukan.
Tgk Alizar menukil kisah Mut’im bin ‘Adiy, seorang tokoh Quraisy nonmuslim yang berjasa besar kepada Rasulullah SAW.
Mut’im pernah membela Nabi dan Bani Hasyim saat diboikot di Makkah dengan merobek surat perjanjian boikot yang tergantung di Ka’bah.
Jasa Mut’im bin ‘Adiy yang lain kepada Nabi SAW adalah ketika Nabi SAW berencana pulang kembali dari Thaif ke Makkah, namun kafir Quraisy dengan tegas menolak menerima kembali Nabi SAW dan para sahabat Beliau.
Di sini Mut’im muncul lagi memberikan perlindungan kepada Nabi SAW untuk kembali ke Makkah.
Walau Mut’im wafat sebagai nonmuslim, Rasulullah SAW tetap mengenang dan menghargai jasanya.
“Tatkala terjadi perang Badar dan kaum muslimin meraih kemenangan, saat itu Nabi SAW teringat dengan kebaikan Mut’im bin ‘Adiy setelah bertahun-tahun lalu, dan Nabi SAW belum bisa membalas jasa Mut’im bin ‘Adiy karena sudah meninggal dunia,” paparnya.
Bahkan Nabi bersabda dalam hadis sahih Bukhari bahwa seandainya Mut’im masih hidup dan meminta keringanan bagi tawanan perang Badar, niscaya permintaannya akan dikabulkan.
Dari kisah ini, ujar Tgk Alizar, tampak jelas bagaimana Rasulullah SAW tidak pernah melupakan jasa seseorang, meski orang tersebut memiliki sisi lain yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Sikap Nabi ini sejalan dengan perintah Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu melupakan kebaikan di antara kamu” (QS. Al-Baqarah: 237).
Tgk Alizar juga mengutip sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.” (HR. Thabrani dan Ahmad).
“Hadis ini menegaskan bahwa menghargai kebaikan manusia merupakan bagian dari kesempurnaan syukur kepada Allah SWT,” paparnya.
Alumni Dayah Darul Muarrif Lam Ateuk Aceh Besar ini menegaskan, melupakan jasa orang lain hanya karena ada secuil kesalahan yang dilakukan seseorang merupakan perilaku kekufuran terhadap nikmat Allah Ta’ala.
“Karena itu, Rasulullah SAW memberikan label kufur kepada orang-orang yang mudah melupakan kebaikan,”
“Sebagaimana para istri yang apabila mudah melupakan banyak kebaikan suaminya hanya karena satu atau dua kesalahan yang diperbuat suaminya,” tegasnya.
Selain itu, Tgk Alizar menekankan pentingnya membalas kebaikan, minimal dengan pujian dan doa, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Barangsiapa diberikan hadiah lalu tidak mampu membalasnya, hendaklah ia memujinya”(HR. Abu Daud).
Dan “Barangsiapa mengucapkan ‘Jazakallah khairan’, maka sungguh ia telah memberikan pujian yang tinggi.” (HR. Tirmidzi).
Oleh karena itu, Tgk Alizar mengajak umat untuk memberi penghargaan kepada siapa pun yang memiliki jasa, baik dalam lingkup pribadi, agama, maupun bangsa.
Ia menegaskan bahwa fokus berlebihan pada kesalahan orang lain hanya akan menjauhkan umat dari keteladanan Rasulullah SAW.
“Semoga kita dapat meneladani rekam jejak Nabi Muhammad SAW dalam perilaku dan bersikap di dunia ini dan jangan larut hanya menyibuk diri dengan menghitung-hitung dosa orang lain.,” pungkasnya.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Sikap Rasulullah Menilai Jasa Pahlawan, Tgk Alizar Minta Publik Tidak Lupakan Kebaikan Tokoh Bangsa, https://aceh.tribunnews.com/tafakur/998636/sikap-rasulullah-menilai-jasa-pahlawan-tgk-alizar-minta-publik-tidak-lupakan-kebaikan-tokoh-bangsa.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi