
Banda Aceh – Ketua MPU Kota Banda Aceh, DR. Tgk.H.Damanhuri Basyir, M.Ag membuka secara resmi Kegiatan Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Daerah, Senin (08/11/2021) di Aula kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh.
Dalam kata sambutannya Abu Ketua MPU menyampaikan bahwa Sesuai dengan peran dan fungsi ulama dalam konteks Syariat Islam diarahkan kepada bagaimana penerapan Syariat Islam dapat berjalan dengan baik, “bagaimana setiap pembangunan di Kota Banda aceh dirancang sesuai dengan hukum islam” jelas beliau.
Kerjasama dua pilar antara ulama dan pemerintah pelaksana pembangunan sangat penting untuk berkembangnya pembangunan dan syiar Islam di Kota Banda Aceh. “bagaimana konsep pembangunan harus jelas dan hendaknya setiap pembangunan yang akan dilaksanakan meminta pandangan dari MPU” himbau beliau , kita bersinergi dan bergerak cepat dengan rumusan yang tepat, agar beberapa persoalan yang mungkin saja terjadi segera mendapat solusi.
Beliau juga menambahakan Keberadaan MPU sangat penting, dimana sosok ulama merupakan pengayom umat, sehingga keberadaan Ulama diperlukan untuk memberikan nasehat dan fatwa, apalagi jika kita melihat kembali sejarah Aceh, ulama mempunyai kedudukan dan peran yang sangat penting dalam menjalankan pemerintahan.
”Sementara itu, DR.Tgk.H. Tarmizi M.Daud selaku ketua Panitia menyampaikan dimana Kota Banda Aceh mempunyai Visi Misi “Terwujudnya Kota Banda Aceh Yang Gemilang Dalam Bingkai Syariah” maka semua kegiatan semua dimensi yang dilakukan baik pada tahapan konsep qualiti dan action qualiti harus ada hubungan, oleh karenanya dari MPU menangkap salah satu yang dapat dilakuan adalah eksistensi peran ulama dalam pembangunan daerah, artinya pembangunan harus dilihat dari semua sisi
Kegiatan Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Daerah diikuti 20 orang peserta yang berasal dari utusan Dayah 11 peserta dan utusan Pemerintahan Kecamatan 9 peserta. Kegiatan yang berlangsung selama dua (2) hari ini ini menghadirkan 4 nara sumber yang yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
Selanjutnya disampaikan Kegiatan Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Daerah dengan tema “Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Menuju Banda Aceh Gemilang Dalam Bingkai Syariah” digelar dengan tujuan untuk mendapatkankan persepsi yang sama dan ide yang sama dalam membangun agama dan negara untuk menentukan arah kebijakan baik di lapangan maupun dalam dunia aplikasi agar konsep qualiti dan action qualiti dapat kita rebut.